Sunday, October 19, 2014


Kita takkan pernah tahu bagaimana sesuatu boleh berubah
Tak dapat nak dibaca takdir hidup sendiri
Katakan je la
Tak nak, mustahhhhiiillll!
Tapi kalau sekali Allah nak uji, 
habis terasa tunggang terbalik hidup

Mak selalu pesan 
Jangan benci sangat dengan sesuatu
Nanti jadi terbalik

Yes. 
Itu terjadi

Tak pernah sangka
Tak pernah bayang
Sebab yakin dengan diri sendir
Padahal hati Allah yang pegang


Saturday, October 11, 2014

Do It Right Way

Bismillah. Assalamualaikum.

It's been so long right? Debu pekat gelemat dah kat sini. *Dah tahun lima medical study katakan*

Topik yang datang mengelap site berdebu hari ni ialah: do it right way.

Apa yang nak kena dibuat dengan betul tu?

Cari jodoh. Maaf, cakap pasal benda ni. Sebab bapak bising dah... so pressure dalam kepala tu banyak sikit.

Abah cakap, dalam bab cari jodoh, kena ada short list. Siapakah orang yang mungkin sesuai lagi sekufu dan berkenan di hati...

Abah cakap lagi, kalau dah ada subject target, kena mula berusaha perlahan-lahan ke arah nak membina rumahtangga. Benda itu la yang nak kena dibuat dengan betul.

Jangan ada tindakan yang didahulukan dengan persepsi-persepsi seperti:
Dia suka aku
Dia tak suka aku
Just do it, the right way. Ini bukan cerita perigi cari timba. Ini cerita orang yang tidak malas berusaha.

Kaji fitrah kelakuan manusia serba lemah, berdoa kepada Allah. InsyaAllah nanti dibukakan jalan...

Orang perempuan, sangat penting untuk kita selalu berasa yakin dengan diri sendiri. Sebab keyakinan itu akan terserlah ke luar. Baru la orang lain pun yakin dengan kita. Jangan penuhkan kepala dengan gosip, tapi penuhkan dengan ilmu. Jangan mengharapkan orang datang mencurah kasih semata untuk kita, tapi kita kena bersedia untuk memberi sayang kepada orang lain. Baru la boleh jadi pelengkap hidup orang.

Okay. Babai. Nak gi oncall.


 

Wednesday, June 11, 2014

Of Biskut-miskut and Flowers, The Signs and Symptoms

Assalamualaikum.

Girls. Don't appear easy.
Jaga diri.
Sesetengah lelaki mungkin telah menunggu bertahun-tahun untuk menyatakan perasaannya.
Tapi selagi dia tak memulakan usaha ke arah membina rumahtangga yang halal (iaitu pergi jumpa bapak anda, bukan cara lain)
Janganlah buka hati anda untuk jadi dia punya bunga dalam hati.

My mom asked me,
Because my brother received a lotta kuih-muih biskut-miskut from girls
"Kenapa budak-budak perempuan ni suka bagi makanan ye? Bukannya kenal sangat pun, belum cakap nak bertunang pun... kenapa suka sangat bagi kuih dekat budak lelaki ye?"

I think boys just love food, because they love eating.
Rezeki jangan ditolak bak kata mereka.
Accepting food isn't a sign of opening their hearts to you.
Haruslah mereka senyum ke telinga bila dapat makanan.

The point is: selagi benda tak pasti jangan beria sangat
Kalau tak jadi karang anda yang karam, kelam, suram dan muram.

Then sis, if a boy has given me flowers?

Hah. Itu bukan tandanya dia serius, walaupun itu boleh jadi jugak tanda dia serius.
Apakata sebelum terima bunga tu, tutup rapat-rapat pintu hati anda
Suruh dia bagi bunga tu kat mak ayah anda... haa...
Nanti karang mak ayah bagi la balik bunga tu kat awak.

Ala kakak... dia banyak tunjuk signs dia suka kita la...

Then if you really do like him,
Make him go ask for your hand from your dad.
Segerakan. Lagi cepat lagi bagus.

A senior has been giving me advices
and here is one of them:
Keep praying for the right one to come at the right time
Semua girls, tak payah risau okei?

#bercakapdaripengalaman #maaflaterpaksarejectbunga #kalaudiaseriusdiabuatcarayangbetul
#diabelumbuatcarayangbetulmaksudnyadiabelumsedia

Friday, April 18, 2014

We Rest Upon Our Accomplishments for Too Long

Assalamualaikum.

Alhamdulillah, I get back to my field. Dulu sehari boleh dua update di blog. (Masa tu zaman mencapab, suka suki nak tulis apa, tak ada fikrah dan rasa kebangkitan sebenar dalam jiwa)

Alhamdulillah, ada sorang sister ISMA ni ajak saya pergi diorang punya program. I think it is their annual project, because two years ago, I went to the same talk as well. And the contents are still the same, with a little bit differences in which I am not in the place to critic or to comment on.

Going to the talk despite of some evil whispers, was a right decision. At least it heated me up, dah lama senyap.

Permasalahan umat yang dah lama bercambah dan mungkin diabaikan dek kami budak medik yang selalu 'sibuk' ini dibawak kembali ke dalam memori, ke dalam fikiran. Yes. Sangat banyak masalah umat. Dan membandingkan kita umat sekarang dengan umat zaman dulu masa ada Khilafah, ya Rabbi jauhnya la beza.

In the past we had Al-Farabi, Al-Khwarizmi, Ibn Sina... and hundreds or thousands of great names in the exploration of knowledge.

Bukan salah kita pandang ke belakang, tapi kalau kita pandang ke belakang dan terlupa nak tengok realiti kita yang tertindas lalu terpenyet dipijak tanpa bangkit kembali... itu bukan muhasabah namanya.

We rest and feel proud of our past accomplishments for too long. We have to get up now, realize our problem and look up for the solution to revive the ummah, to establish the Khilafah.

What are the solution?

Tengok balik jalan Nabi Muhammad saw berjuang. Fikir kenapa beria-ia benar baginda nak buat negara Islam? Ada tak baginda saw dan para sahabat ra menggunakan jalan atau thariqah yang lahir dari akal mereka sendiri, atau cara yang di-suggest-kan oleh orang yang tidak mengaku Allah Tuhan mereka, atau mereka menggunakan cara yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk menegakkan negara Islam pertama di dunia?

Okey la, saya mengaku la perenggan kat atas tu saya nak cakap Rasulullah tak guna demokrasi.

Demokrasi is haram. Sebab ia bukan dari Allah atau Rasulullah, itu bukan jalan wahyu.


Khilafah is coming up, soon. 

Bendera hitam dalam gambar kat atas tu ialah bendera umat Islam, bendera Rasulullah. Baginda saw tak pernah ajar kita guna bendera belang-belang, bintang-bintang ni. Bendera dengan kalimah syahadah itulah bendera kita.


Wednesday, March 19, 2014

Don't Feel Superior

Assalamualaikum

Regardless of the very different ideology
I should never look down on you
Because I am a weak human being

The path consists of two
1. Fikrah
which upon it the thoughts are built
which determines our deeds
which restricts us from the haraam
which leads us to the halal
2. Nafsiyyah
which means our dependency to Allah
which keep us strong in hell or high water in this war

we are together
shall I tell you the truth
it's a must

because some differences
I can't look down on you
and so do you

Just don't feel superior to the others

Tuesday, December 24, 2013

Pergolakan Lagi

Assalamualaikum.

In Egypt, we have to expect the unexpected. And we must understand there's this one inevitable reality in here; all abnormal things are normal in Egypt. Only in Egypt yeaahh....

What is the unexpected thing you must expect in Egypt?

You were just about to sleep when suddenly you woke up hearing bomb explosion, and you felt like your vestibular nucleus (in your ear) exploded along. Dan berdengung. You were panicking and you just sat quiet for a while on your matress, and did a lil bit of thinking...

"Apa itu? Guruh ke? Don't tell me its gonna be raining heavily after the real freezing weather last week?"

But to to tell it was guruh, it was not, because it was not. Guruh had never caused the balcony door and window vibrate so loud and your house moving. Okay, it wasn't moving but it felt like it was.

Then you started to think...

Was it really a bomb?

You tried hard to deny it. Eventually you ran out of your room to your housemate, next door.

She heard the same explosion sound.

At the moment like that, keep calm, don't cry and just take your tablet or iPad, look at what Facebook have.

Yeahh... it's true!

(Okay, let's change the 'you' to 'I')

My friends also heard the same explosion.

I tried to get back to sleep as I got class early the next morning. I tried hard to let myself into a deep sleep despite the sound of ambulance, tak putus-putus dari pukul 1 pagi sampai tengahari tu.

Doakan keselamatan. Doakan Islam akan terus tertegak di seluruh wilayah yang pernah dikuasai Islam dulu, dan doakan pembukaan wilayah-wilayah baru selepas Islam tertegak dengan kalimah Lailahaillallah, Muhammad Rasulullah.

Btw, I think this winter gonna be most relaxing winter, maybe kena duduk rumah saja.


Sunday, December 8, 2013

Gagal Bersangka Baik

Assalamualaikum.

Heyp. Yesterday I went to Cairo. Post exam travel.

We were really late that we had to perform maghrib and isyak prayer at Hayy Sabi' (macam Seksyen 7 la kalau bahasa melayu). We were supposed to perform our prayer before heading back to Mansoura at Ramses, but still at that time we were at Hayy Sabi'.

So kitorang pergi masjid dekat dengan tempat makan Thailand tu. It was still maghrib, so we perform solat jamak ta'dim la kan. (mana ada solat jamak ta'wal dan takdan. ta'akhir ade la)

As we entered the prayer room for muslimat, we saw egyptian aunties having their discussion (usrah) at the back of the space. There was a leader mak cik, leading the discussion. Wasn't sure to call that a discussion or not because other mak ciks were only listening and nodded their head all the time.

So we went on with our objective: sembahyang maghrib dan isyak jamak qasar.

So kami pun solat la...

Only before we were leaving, the bilal laungkan azan Isyak.

As we were packing our things and those makciks prepare for solat Isyak, the leader mak cik approached us. She asked one of us:

Mak Cik: Why don't you join the jamaah for Isyak prayer? [of course dalam bhs Arab]
Friend: Oh, we perform solat jamak. We are travellers.
Mak Cik : (tak puas hati lagi) Why don't you join the jamaah?? Are you shiaa? (dgn senyum sinisnya)
Us (all) : ???

Despite the cold weather in Cairo, all of us felt the 'heat'.

And I, concluded that, the mak cik may forget the need of husnus zhon (bersangka baik) towards other Muslims, regardless our nationality (told ya Muslims' bond should be by our aqidah not nationality) and race. Yang takleh blah, muka dia lepas dapat tanya kitorang ni syiah ke? Amaaakk...

Kegagalan untuk bersangka baik sesama kita is one of the risk factor yang membunuh hubungan baik sesama Muslim. Lelaki atau perempuan. It is not inevitable. We can make change. We can make our relationship better by husnus zhon.


we need to stop this cycle.

Amat sorry diucapkan. Now I know why, my abah doesn't really fond of making friends with those masjid people nowadays. It is because of this. Tak dapat nak bersangka baik terhadap orang lain. Dan maaf lagi, kadang-kadang terasa yang golongan masjid ini merasakan diri mereka lebih baik daripada orang lain. Naudzubillah. Dan itu juga yang saya rasakan semalam bila mak cik tu tanya macam tu.

Am not spilling my anger here in my blog, that is not the case. 

Tapi yang saya nak sampaikan ialah, kita kena sangka baik. Itu suruhan Allah. Banyak pergaduhan terjadi hanya sebab sangka buruk kita terhadap orang yang kita rasakan kurang baik berbanding diri kita. 

Semoga Allah mengurniakan hidayah dan keampunan kepada mak cik. 

Friday, November 29, 2013

Pemergiannya Satu Peringatan untuk Diri Sendiri

Assalamualaikum

Lama dah tak post benda.

Semalam terjadi satu kematian, melibatkan seorang pelajar Malaysia di Mansurah, Mesir ni. Let me call him arwah UM.

I don't know him. I thought I had never met him even once. Tapi sebenarnya pernah travel ke Cairo (ramai-ramai naik van besar) semester lepas, pertama kali nampak dia, dan kali terakhir jugak sebenarnya. Dia pendiam, sebab tu tak recognize sangat.

Memang tak kenal langsung dengan arwah UM ni.

Tapi, bila dia meninggal, terasa macam Allah datangkan peringatan kepada diri sendiri
Nabihah, kau banyak lagi dosa, kau tangguh taubat. Kau dah sedia ke esok nak mati? Kau masih lagi kejar dunia, akhirat kau dah prepare ke?
Dikhabarkan oleh kawan-kawan arwah UM seorang yang selalu bercakap benda baik, dan dia jugak salah seorang orang yang mencari kebenaran dalam fikrah Islam. Dan dia meninggal, kembali kepada Allah dalam perjalanannya mencari kebenaran. Semoga kebaikan yang dia sebarkan akan terus mengalir kepada semua orang. Semoga dia bertemu Allah dalam keadaan yang baik.

Dia meninggal disebabkan respiratory failure, seperti mana yang dikhabarkan oleh housematenya kepada kawan lepas tu kepada kawan lepas tu mungkin beberapa orang dan sampai kepada saya semalam melalui seorang senior.

Tapi amat malang sekali sebab ada je segelintir manusia yang seronok menjaja cerita (yang dari mana entah sumbernya) dan menyebarkannya di Facebook berkenaan cara matinya arwah, akibat insiden tragis. Sebenarnya arwah pergi bukan dengan cara yang terpesong akidah macam tu. Semoga Allah kurniakan hidayah kepada mereka yang memulakan cerita itu dan menjaja cerita itu.

Senior-senior rapat yang menangisi pemergian arwah semalam telah bergilir-gilir menyampaikan peringatan dalam usrah mereka lepas solat jenazah malam tadi.
Orang yang beriman ialah orang yang mengingati mati. Sepertimana seorang lelaki yang lamarannya terhadap seorang perempuan diterima, maka dia bersedia untuk bernikah dengan segala persiapan rapi supaya tidak ada masalah untuk berkahwin nanti, maka begitulah kita sepatutnya bersedia menghadapi mati. (Akhi Akmal)
 Kita bercakap pasal baiknya arwah. Nanti kalau kita mati, ada ke kebaikan kita yang nak disampaikan kepada orang lagi? (Akhi entah yang mana)
Arwah meninggal dalam keadaan dia sentiasa menyampaikan kebaikan dan bercakap benda baik. Kita? Yang final year ni? Kalau mati dalam keadaan kita bersungguh-sungguh mengejar degree? Macam mana tu? (Akhi Akram)
Itulah usrah suram mereka semalam. Sebab arwah pun geng usrah tu.

 
 
 
 
 

Friday, November 1, 2013

Kebebasan Beragama, Ajaran Demokrasi

Assalamualaikum.

Let's get back to work.

Hari ni nak cakap pasal kebebasan beragama.

Demokrasi ada empat jenis kebebasan:
  1. kebebasan beragama
  2. kebebasan bersuara
  3. kebebasan bertingkah laku
  4. kebebasan kepimilikan
Dalam demokrasi tidak ada prinsip halal dan haramnya.
Tapi dalam Islam, Allah dah tetapkan ada benda yang halal dan haramnya. Bertentangan dah kat situ.

Akan tetapi dalam demokrasi, semua prinsip kebebasan ni boleh diamalkan dan mesti dihormati asalkan tak ganggu hak sama rata orang lain.

Contoh.

Pak Mat curi kambing Pak Abu. 
Kalau Pak Abu repot polis pun boleh, Pak Abu tak nak repot polis pun boleh. Pak Abu cakap takpe, jadi hal curi kambing dianggap selesai. 

Tapi dalam Islam tak boleh macam tu! Mesti la yang tukang curi kena hukum walaupun Pak Abu sebenarnya tak kisah sangat kambing dia kena curi. 

Seluruh hidup Pak Mat tak diredhai Allah sebab makan hasil dari kambing curi tu. 

Sebab hidup Muslim matlamatnya untuk capai keredhaan Allah bukannya keredhaan manusia.

Tapi kan dalam Quran ada cakap dalam surah al-Baqarah ayat 256 yang tak ada paksaan dalam beragama tu... haa tu macam mana tu??

Al-Baqarah:256

Asbabun Nuzul: ayat ini turun kepada seorang Ansar (Bani Salim) yang bernama al-Husaini, yang memiliki dua orang anak yang beragama Nasrani sedangkan dia beragama Islam. 

Lalu dia bertanya kepada Rasulullah saw apakah dia boleh memaksa anak-anaknya untuk masuk Islam sebab anak dia tak nak jadi selain Nasrani.

Lalu diturunkan ayat ini.

[Tafsir Ibn Kathir]

Daripada ath-Thabari: ayat ini bermaksud "tidak ada paksaan dalam bergama" bagi orang yang halal diterima jizyahnya, dan redha dengan hukum Islam. [ath-Thabari, Jami' al-Bayan Jilid 3, ms 19] 

(iaitu kafir dzimmi)

Kafir dzimmi: orang kafir yang tidak memerangi Islam, yang hidup di dalam wilayah Islam dan tunduk kepada implementasi hukum-hakam Islam dalam negara tersebut. 

Orang kafir yang masuk Islam tak boleh murtad, kalau murtad kena bunuh!
"Siapa sahaja yang menukar agamanya, maka bunuhlah ia." [HR Bukhari]

 Tiada paksaan dalam agama hanya applicable dalam konteks orang kafir untuk masuk ke dalam agama Islam dan bukannya untuk orang yang dah Islam untuk keluar dari agama Islam.

Setiap orang yang memeluk agama Islam wajib melaksanakan syariat Islam mana boleh buat sikit-sikit je.
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." [Al-Baqarah: 208]

Dan sebenarnya, ayat 2:256 tu dah dijadikan justifikasi golongan-golongan yang menolak syariah Islam ni untuk membolehkan kebebasan beragama dalam demokrasi.

Sedngkan Allah meredhai satu agama sahaja iaitu Islam.
 

Saturday, October 26, 2013

The Unspoken Words

Assalamualaikum.

Kawan-kawan ramai yang dah balik Malaysia.

Masa last sekali pergi makan dengan ex-housemates hari tu dekat kedai Indon, pekerja kedai tu (memang kenal muka dan nama) tanya

"Habis tu siapa lagi yang tinggal di YT?"

"Entah. Kosong macam tu je la." Kawan jawab.

"Buat simpan hantu haha." Saya menjawab jugak.

Ketawa besar itu abang-abang.

"Sudah luluskah?" Ada sorang mas ni bertanya dengan innocentnya.

Dengan selambanya (sebab tak faham soalan) kawan saya ni angguk dan jawab 'dah'. Best je saya gelak.

Belum grad lagi la.

Mereka pulang untuk sambung belajar di Malaysia. Tak sangka bersama-sama sejak dari Kelulut, Marang (ketika itu blog ini baru ditubuhkan dengan entri-entri yang bengongs semuanya - so I've grown up so much!) dan datang sama-sama ke Mesir rupanya tak sempat nak grad sama-sama. Daripada 35 orang jadi la 16 orang.

We've been through a lotta experiences. Gelak, prank birthday, gaduh besar, gaduh kecik, sesat jalan, keluar tanpa musyrif waktu malam, redah sejuk, tidur atas lantai sebab kepanasan... and I am very glad that the moment we have to part is nice.

Sebab fikiran masing-masing dipegang oleh ideologi yang berbeza-beza, ada perselisihan faham. Yang sangat besar. Yang membuatkan kami sama-sama terpaksa membuat muka manis yang plastik ketika berjumpa dan berdepan. Tapi alhamdulillah Allah kurniakan kematangan untuk segala perasaan negatif itu hilang. Mungkin sebab itu kena bersangka baik selalu, sebahagian sangka buruk itu dosa. Bahagia rupanya bila bersangka baik dan kasih kepada saudara sesama Islam.

Terutamanya dengan ex-roommate.

Permulaan pengajian tahun empat ni banyak pains yang menusuk jiwa. Terpaksa berpisah berkali-kali, sebab lepas sorang, lagi sorang kawan buat keputusan untuk balik Malaysia.

Me?

I will finish what I had started for almost 4 years ago, here.

Alone?

No. Dibuang ke laut jadi pulau, dibuang ke darat jadi gunung. I am not alone. Ramai lagi orang kat sini okei.

Without other YTians?

We have few YTians here, so just breathe until we finish our medical studies here, even if it is only a few.

Pilu la gini.

Semua yang ada di sisi kita bukan hak kita. Semuanya hak Allah, dan Allah boleh tarik segala-galanya bila-bila masa je.

Qadha la ni.

Dear friend, jazakillah for the unspoken words, it is true. You missed me but you didn't know how to say it. Can I say now that I miss you the most? Thanks for the 2 years together. I remember the summer moment we slept in front of the window for some wind. We couldn't afford to buy air conditioner wuwu.

Monday, October 21, 2013

Dilemma Student Mesir-Malaysia

Assalamualaikum.

I just wanna share with you my personal opinion about the transfer of alotta Msian students in Egypt to Malaysia.

Peringatan: Read at your own risk. Ini pendapat peribadi saya sahaja, yang lebih mengetahui tentang kebenaran dan apa sebenarnya yang terjadi hanyalah Allah taala. Okey?

Tak jatuh dalam hukum haram pun kalau pindah balik Malaysia. Maka tidak ada salahnya untuk pindah balik ke Malaysia dan sambung belajar medik kat sinun.

I stay here.

Sebab saya dah terlalu biasa dengan cara belajar di Mesir.
Saya tak bersedia untuk perubahan drastik yang amat sangat dengan cara belajar di Malaysia.
Saya tahu latihan klinikal di Malaysia sangatlah amat superb dan excellent.

Amat berbeza dengan latihan klinikal di Mesir. Di sini, dalam program Mansoura-Manchester, kalau dalam sesi latihan klinikal students tak nak cuba buat atau takut nak sentuh patients, maka memang tak dapat la skill tersebut. Doktor tak akan paksa, tak ada orang marah. Itupun rasanya tak cukup lagi kot, kalau nak skill yang betul-betul 'cair di tangan' memang kena cari alternatif sendiri untuk round ward dan berlatih.

Dan sebenarnya kenapa saya pilih untuk kekal di sini sampai habis belajar nanti... sebab saya memang nak belajar kat Mesir sejak awal lagi. Lagipun keadaan dah stabil (tiada perang ideologi, yang ni tak best) dan selamat, walaupun tak ada la macam dulu kan... aktiviti dakwah dah tak bebas untuk digerakkan dah. Untuk apa saya berusaha sungguh-sungguh mintak sponsor datang sini dulu?

Dan tempat-tempat yang dibuka untuk pelajar-pelajar medik Mesir di Malaysia itu biarlah diberikan kepada mereka yang berhak. Saya rasa saya dah ada kedudukan yang secure sebagai medical student kat sini, alhamdulillah. Saya tak nak kejar apa yang tak pasti, saya nak genggam apa yang saya dah ada. Kena bersyukur.

Tentang keselamatan, biarlah Allah sahaja yang memelihara saya dan kawan-kawan yang kekal di sini...

[Patah hati dengan perpisahan ini]

Friday, September 27, 2013

Super Awesome by Thinking Out of The Box

Assalamualaikum.

I know the word 'osem' or 'ohsem' from someone's blog. Capturing. Dan ramai orang suka format bahasa beliau. Well, masing-masing ada cara dan gaya tersendiri dalam berbahasa.

Being awesome is not something that can pop out of your mouth or your laptop keyboard.

Itu NATO (no action talk only) atau keyboard warrior.

You are awesome if you have some idea, that will change your current state of actions and thinking, and turn you into a better Muslim.

Muslims shouldn't be paralyzed by the traditions or norms. But unfortunately, most people are. Sejak zaman Nabi dulu lagi. Bila diajak kepada agama menyembah Allah, mereka menolak kerana mereka rasa agama yang diagungkan oleh nenek moyang mereka dah cukup. Mengikut-ngikut, tanpa menyelidik kebenaran agama yang diikuti. Hanya bersangka-sangka dan menduga, bukannya ada pengetahuan dan maklumat yang jelas tentang hal itu.

Sampai la sekarang. Disebabkan norma kita, atau realiti kita, atau waqi' kita pada hari ini ialah 'demokrasi', maka idea di luar demokrasi iaitu Khilafah dianggap asing dan ekstrem dan mustahil dan gila! Apa nak heran, ramai je Nabi yang dikata gila oleh umatnya.

Do not be tradition or norm paralyzed. You'll go nowhere by installing and utilizing that kind of thinking.

Never wonder why Islam was at the top of the world? Because they think out of the tradition and norm. How did they gain the confidence? Allah. The believe in Allah and His Messenger saw, they knew something would happen and they worked towards that something.

Think out of the box please. Tolong la jangan terkurung dalam waqi'. Ini isu Islamic Uprising, sayang weh.

Then kita akan jadi super awesome Muslims.

Thursday, September 26, 2013

Serahkan Segalanya kepada Allah

Assalamualaikum.

Seperti tajuk di atas.

Serahkan lah segala urusan mu kepada Allah.

Bukan saya cakap.

Allah yang suruh kita buat gitu.

Dilemma tak habis-habis lagi tentang masalah belajar di Mesir atau Malaysia.

Usah la dibincangkan yang mana lebih baik atau kurang baik. Sebab itu kerja Allah.

Buatlah satu keputusan, dan minta keberkatan dari Allah. Habis cerita. Duduk je diam-diam, study.

Saya dah ada di Mesir.

Nampak gaya public opinion masih asing terhadap idea Khilafah.

Bila Mesir nak dapat idea tu? Dan jadi macam Syria.

Yeah. Kalau tak dapat balik belajar di Mesir, saya minta tempat ini jadi tempat pertarungan ideologi Khilafah.

Nampak gaya tidak.

Allah makbulkan doa.

Umat masih dikaburi demokrasi di sini.

Tidak sedar bahwa pemimpin beragama Islam diangkat untuk dijadikan 'ahli jong kalut' atau puppet kepada penganjur demokrasi yang berpusat di Amerika.

Lantas mereka bilang itu Islamic Awakening.

Kalau betul itu Islamic Awakening, sistem pasti sudah berubah dan perang pasti bermula.

Nampak gaya tidak lagi.

Tapi, ia dah bermula lama di Syria. Never wonder why Syrian conflicts and uprising aren't ended yet? Like how Egypt and Tunisia and other region in Middle East?

Because in Syria, it is the real uprising of the Ummah who wants the implementation of Tahkim Syari'ah!

Rindu mahu dengar laungan itu.

'Al ummah turid Khilafah Islamiyah!'
'Al ummah turid tahkim syari'ah!'

Seorang ukhti seMuslimah tapi bukan dalam landasan ideologi yang sama pernah bertanya,

"Hizbut Tahrir ada buat kelas untuk latihan ketenteraan tak?"

Itu kerja ahlul quwwah, wahai kakak sayang.

Hizb ut Tahrir kerjanya menyampaikan pemikiran Islam yang sebenar.

Agaknya kakak itu sangat minat dengan ketenteraan kot, sebab tu dia tanya. Nak join mungkin. (Mungkinkah dia yang request untuk naik Charlie masa evacuation dulu?)

Don't pray for Egypt. Pray for a real Islamic Uprising! Pray for the establishment of Khilafah!

Friday, September 6, 2013

Returning

Assalamualaikum.

Dah lama tak menulis di sini. I'm back.

Kecoh lah kami pelajar-pelajar perubatan bila diberi pilihan sama ada untuk terus belajar di Mesir atau di Malaysia.

Apa yang dibimbangkan ialah 'yang dikejar tak dapat yang dikendong berciciran.'

Saya mengharapkan ada pertarungan ideologi di Mesir, walaupun natijahnya amat dahsyat sekiranya itu berlaku. But I guess it is not,for this time being.

Di mana-mana pun kalau ada pertarungan ideologi besar itu mesti takkan dapat kalau tidak berlaku pertumpahan darah.

Bukannya kita harus berperang untuk memperjuangkan kesucian Islam, tapi kafir pasti akan memerangi orang Islam yang mahu Khilafah tertegak, sebab Daulah Khilafah ialah satu entiti yang amat kukuh dan ditakuti oleh orang kafir.


Saturday, July 27, 2013

Membandingkan Dua Ideologi Kufur dan Mengabaikan Satu-satunya Ideologi Islam

Assalamualaikum.

Had a short chat with a friend in FB. He talked about capitalism and communism. Specifically: economy of these 2 systems.

Katanya: semua sistem ada masalah. be it capitalism or communism. cuma lepas kejatuhan Berlin Wall, ahli ekonomi berpendapat komunism lebih banyak kelemahannya. (edited)

Semua sistem akan ada masalah sekiranya sistem itu yang digunakan untuk mengatur kehidupan manusia, datang atau diciptakan oleh manusia. Sebab manusia tak sempurna. Akal manusia terbatas kepada masa dan tempat, bila dan di mana dia hidup.

Tapi sistem yang diciptakan daripada Allah takkan ada masalah. Sebab Allah sempurna. Allah tak terbatas kepada masa dan ruang. (Allah yang ciptakan kedua-duanya juga) That explains why a system created by Allah is really perfect.

Buktinya: Khilafah sebagai pelindung umat yang berdiri selama 1400 tahun. It was the great civilization, but people don't mention it.

Pada ayatnya saya nampak perbandingan antara kemudharatan dan kemaslahatan (kekurangan dan kelebihan) antara kapitalisme dan komunisme, masing-masing merupakan dua ideologi kufur yang tidak lahir daripada Islam. Dan tidak akan menjadi sistem yang akan menegakkan Islam sebab kewujudan kedua-duanya menafikan kekuasaan Allah dalam kehidupan manusia.

Kenapa harus dibandingkan dua benda yang kufur apabila Allah dah sediakan sistem yang paling efektif untuk kita; Islam?

Kepada anda yang saya maksudkan, sekiranya terjadi anda membaca entri ini: This ain't harassment. Saya mungkin pernah/tak pernah memberitahu anda tentang kewujudan tiga ideologi utama di dunia iaitu kapitalisme, komunisme dan Islam (yang sudah terkubur selama 89 tahun lamanya dan dilupakan oleh orang Islam hari ini). Anda mungkin pernah/tak pernah mendengarnya daripada mana-mana sumber lain selain saya. Saya cuma berharap anda akan mendapat kebenarannya.

Jangan abaikan kewajipan menegakkan Khilafah.

Saturday, July 20, 2013

Pada Suatu Hari Tanpa Anak Kecil

Assalamualaikum.

Off topic sikit.

Pada satu hari itu
Dalam kereta
Bapak tiba-tiba berbunyi

"Dah lama tak ada anak kecik."

Adik paling bongsu pun sudah tua
Dah nak habis sekolah

It has been a year since my mom baby-sit the last kid
Fatin
@apet yeay
@Benale
itu semua nama samaran dia

there were kids in our house
they were more than kids
they were our baby brothers and sisters
and still are

bila bapak kata begitu
emak menoleh ke arah saya
sambil sengih
cepatlah kamu pula bagi cucu

baiklah.
saya mahu lahirkan pejuang Khilafah
yang dalam hidupnya hanya ada Islam
yang sentiasa peka dengan ancaman musuh
yang akan terus mengembalikan solution kepada setiap masalah- kepada akidah Islam

dan ini bukan senang

Prep Prep Prep for The Islamic Awakening

Assalamualaikum.

I remember the short phrase 'prep' for the 'preparation class' during my 2-years of my hostel life. Kelas malam oo.

Cut it out.

Selepas Perang Dunia Pertama atau dalam jangka masa sekitar itu, kuasa koloni (Amerika dan Britain terutamanya) menduduki banyak neegara, untuk menguasai negara-negara tersebut secara langsung, termasuk wilayah-wilayah Islam yang dirampas dari kekuasaan Khilafah Uthmaniyyah pada waktu itu.

Rusia yang masa itu masih berpegang kepada sosialism, menyeru, membangkitkan semangat ramai orang menentang kolonialism (pendudukan koloni di dalam negara-negara yang dijajah). Dalam sekitar waktu Perang Dunia Kedua, suara-suara menentang penjajah dah tak asing.

Dan menyebabkan kuasa-kuasa koloni terpaksa menukar cara mereka menjajah kita. Dan cara itu kekal sehingga hari ini di kebanyakan negara, melainkan di wilayah yang bergolak seperti Syria. (Mungkinkah Mesir pun akan jadi macam Syria di mana seruan terhadap Khilafah Islamiyyah - bukan Khilafah Arab - bergema di sana sini? InsyaAllah)

Colonial Evolution - mengubah cara kuasa-kuasa kapitalis dan koloni ini dalam erti kata menjajah. Harus diingat, tujuan mereka menjajah kita adalah untuk memastikan kebangkitan Islam gagal.

Mereka meninggalkan 'negara' yang kita duduki sekarang dengan 'orang-orang tempatan yang telah di-hacked pemikirannya menjadi kapitalis dan kolonis' seperti mereka itu. Orang-orang ini dipanggil puppet kepada kuasa koloni tersebut. Maka orang-orang ini pun menjalankan pemerintahan mengikut rangka yang dikehendaki oleh kuasa kapitalis tersebut, sudah tentu la dalam rangka demokrasi (sebab demokrasi je la sistem buatan manusia yang nampak cantik pada zaman sekarang ni.)

(Malangnya apa yang kita lihat sekarang terutamanya di Timur Tengah, demokrasi yang dikatakan menjaga kemaslahatan rakyat tak dapat menjalankan tugas dengan baik. Natijah dari demokrasi, kita boleh nampak kat Mesir sekarang ni. Saya doakan orang Islam di Mesir akan nampak, demokrasi sedang jatuh dan Allah sedang membantu perjuangan Islam sekarang!)

Apa preparation kita untuk menuju kebangkitan Islam?

Ikut balik thariqah/perjalanan dakwah Rasulullah.

Kunci pertama. Baiki akidah. Carilah Islam yang sebenar. Jangan cuba menjadi 'taksubist of the macais'. Maksudnya janganlah taksub kepada sesetengah organisasi. Dengarkan semua dahulu, kemudian lakukan timbang tara berdasarkan al-Quran dan Sunnah, plus IJMA SAHABAT (bukan ijma ulama' neh) dan kemudian Qias. Berdoalah kepada Allah supaya dipertemukan dengan kebenaran.

Oh. Kemudian bila kamu dah jumpa kunci pertama maka insyaAllah, kamu akan jumpa kunci kedua dan seterusnya. Sungguh ni.

Menuju kebangkitan Islam bukan perjuangan picisan. Ia memerlukan satu pemikiran yang mendasar (menyeluruh tentang agama Islam) bukannya pemikiran yang disandarkan kepada akal manusia, tetapi disandarkan kepada wahyu Allah swt.

Membina negara Islam bukan semudah meletakkan nama Islam kepada sistem kufur demokrasi. Seorang kafir yang bernama Johnson tidak bergelar Islam jika hanya menukar namanya menjadi Yusuf atau Ahmad, tidak menjadi Islam hanya dengan menukar pakaian dari kemeja dan kot kepada jubah dan serban. Islam bukan pada zahir sahaja.

Mengatakan demokrasi sebahagian daripada Islam sama la macam nak menyucikan arak di dalam bekas botol air zam-zam.

Membina Islam yang sebenar dari akar umbi itulah yang dipanggil preparation for the Islamic awakening. Negara Islam tidak lahir dengan hanya meletakkan pemimpin beragama Islam yang menerapkan demokrasi.



Saturday, July 13, 2013

Muhasabah Terhadap Gerakan Islam yang Mengakui Sistem Taghut (Bhgn II)- Karakter Gerakan Islam yang diakui oleh Barat Kuffar

Assalamualaikum.

(continuation of the previous entry)

Dalam entri sebelum ini, saya telah menerangkan apakah 'the vital issue of Muslims' iaitu bagaimana untuk mengamalkan Islam secara menyeluruh, dari kehidupan indivdu hingga kehidupan bernegara. Dan perkara ini takkan tercapai melainkan terlaksananya Islam dalam bingkai negara Khilafah. 

Umat Islam perlu dipimpin dengan menerapkan hukum-hakam Islam secara kaffah (menyeluruh) dengan tegaknya negara Khilafah, bukan dipimpin untuk tunduk kepada realiti hari ini yang jelas sekular dan tidak Islamnya.

Back to the topic of harakah Islam.

Harakah pragmatis yang tunduk kepada realiti yang telah dicipta dan dipromosikan oleh barat, juga telah (dan masih) dibelai oleh kuffar barat sehingga tidak menyedari 'the vital issue of Muslims'. Bahkan, harakah ini mengakui kesahihan sistem taghut yang sedia ada (demokrasi terutamanya) dan berjuang untuk menyucikan sistem taghut itu.

Ciri-ciri harakah pragmatis:

  1. tidak mengajak umat untuk mengubah sistem taghut secara total
  2. tunduk kepada sistem taghut/mengakui kesahihannya
  3. tidak ada masalah untuk hidup dalam sistem kufur
  4. memperjuangkan slogan-slogan Islam/slogan negara Islam dalam ruang lingkup sistem taghut
Dan sebenarnya, penyesatan politik yang berhasil dari harakah pragmatis ini jauh menyesatkan umat daripada jalan yang benar, kerana harakah jenis ini melegitimasi (make legal, mengesahkan) sistem kufur, sedangkan sistem taghut ini perlu dihapuskan oleh gerakan Islam, bukannya untuk dipertahankan!

Macam manakah caranya untuk kita menghapuskan sistem taghut yang sedia ada?
  1. perubahan mestilah dilakukan dengan tidak mengakui sistem tersebut-sebab terlaksananya dan hidupnya sistem tersebut (seperti demokrasi) merupakan kehendak penjajah, bukan kehendak Allah.
  2. sistem hari ini perlu di-taghyir- hapuskan demokrasi dari luar kotak demokrasi, bukan dari dalam sistem demokrasi itu sendiri (contoh: menguasai kabinet dengan majoriti 2/3 dewan yang rata-ratanya pemimpin Islam untuk mengubah perlembagaan- yang ini membaiki dari dalam namanya)
  3. memimpin umat islam supaya faham dan berjuang secara sahih (di sisi Allah, bukan di sisi undang-undang Britain atau Amerika) sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw sehingga tertegak negara Islam berdasarkan jalan wahyu.
  4. umat perlu diberi kefahaman bahawa negara Khilafah berbeza dengan negara demokrasi dan lain-lain sistem taghut yang ada (autokrasi, monarki dsbgnya)
  5. umat perlu faham bahawa kaum Muslimin wajib bersatu di bawah daulah Khilafah, di bawah satu bendera dan satu pemerintahan (bukan bawah berbagai-bagai pemerintahan hari ini: Malaysia, Indonesia, Arab Saudi, Mesir dll)
Strategi Barat Terhadap Umat Islam

Pada kacamata Barat, ada dua jenis Muslimin:
  1. fundamentalist/extremist/terrorist (yang mahu penerapan syariat Islam secara kaffah dan tidak mengakui sistem taghut hari ini)
  2. moderat (pragmatis, yang mengamalkan Islam ala-ala melepaskan batuk di tangga sahaja, tunduk kepada realiti)
Golongan Muslim moderat diangkat oleh Barat dan ditempatkan oleh Barat dalam posisi kekuasaan (sorry to say: contohnya seperti PM Turki, Erdogan dan Presiden Mesir yang baru digulingkan, Morsi). Golongan moderat ialah golongan yang tidak berbahaya kepada sistem politik Barat dan eksistensi Barat di dunia Islam.

Karakter Harakah Islam yang Sesuai dengan Kehendak Barat:
  1. menganut sikap pragmatis (ataupun nama ikut bahasa Arab: waqi'iyyah): bertindak bukan atas dasar syarak tetapi atas dasar waqi' (realiti) yang ada pertimbangan untung dan rugi (maslahat-mudharat) [I celarly stated in previous entries that this is the aqidah of capitalist)
  2. tidak mempunyai pemikiran Islam yang jelas: hanya menyerukan Islam secara umum dengan tafsiran yang disesuaikan dengan fakta realiti supaya diredhai Barat (mencari redha manusia, bukan redha Allah)
  3. tidak berusaha untuk mengubah sistem secara taghyir (total)- hanya mengislahkan aspek-aspek tertentu. Juga beranggapan sistem taghut sedia ada hari ini sah dan sudah final (ni bukan sah di sisi Allah, tapi di sisi Barat). Kita akan dapat lihat naiknya golongan moderat ke dalam kekuasaan tidak akan membawa kepada perubahan sistem taghut tersebut.
  4. wawasan dan aktiviti yang bersifat lokal: (menekankan umat Islam di Malaysia berjuang di Malaysia je, yang di Mesir berjuanglah untuk Mesir, Turki untuk Turki, Indonesia untuk Indonesia). Mereka tidak menekankan persoalan umat Islam yang bersifat global iaitu penyatuan umat Islam di bawah daulah Khilafah. Malah ada dalam kalangan golongan berfikiran moderat ini berfikir dan menyangka bahawa penyatuan ini merupakan idea yang khayal. Kebanyakan mereka suka berjuang atas dasar tanah air. (assobiyah)
  5. menampakkan diri sebagai kelompok moden dan moderat: berdalih bahawa Islam ialah agama yang boleh disesuaikan dengan situasi. Mereka juga mengecam harakah ideologis sebagai 'mutasyaddidun' yang masih mencari masalah dengan 'pemerintahan yang sah'. Selain itu, mereka juga menggembar-gemburkan pemikiran (rekaan mereka) yang disandarkan kepada Islam seperti: Fiqh al-Waqi', Fiqh Maslahih. Kita juga dapat melihat, mereka masuk ke dalam sistem taghut (spt demokrasi) dengan alasan untuk menegakkan agama.
  6. mementingkan tokoh/figure: ciri utama dalam aspek ini ialah mereka berusaha mengkedepankan tokoh pimpinan daripada mengkedepankan fikrah dan idea-idea Islam. Malah, keputusan setiap masalah yang dihadapi disandarkan kepada kehendak pimpinan, bukan kepada hukum-hakam Islam. (mencusikan individu)
Jadi kita dapat lihat (dan saya doakan semua yang membaca sensitif kepada apa yang berlaku hari ini) terdapat golongan moderat (menerima demokrasi terutamanya) yang diterima umat. Barat menjajakan bahawa golongan moderat inilah yang terbaik untuk umat Islam. Sebaliknya, golongan yang membawa perjuangan Islam sebenar disebutkan sebagai fundamentalis, terroris, ekstremis supaya persepsi buruk mengenai mereka menghalang penerimaan umat terhadap ideologi dan syariat Islam yang sebenar! (emosi sikit)

Dan yang sebenarnya, golongan Islam moderat yang disukai oleh Barat ini, tidak jauh bezanya dari puak Islam liberal, yang mentafsir dna mengaplikasikan Islam sesuai dengan kehendak Barat.

The end. Jazakumullah khairan kathir kerana membaca hingga habis.

Muhasabah Terhadap Harakah Islam yang Mengakui Sistem Taghut (Bahagian I)

Assalamualaikum.

Today's entry also can be seen in www.mykhilafah.com, Sautun Nahdah 243.

Sejak kejatuhan institusi Khilafah pada tahun 1924, banyak gerakan Islam yang berusaha untuk mengembalikan kembali institusi tersebut dan mengembalikan kegemilangan Islam. Sangat banyak. Matlamat kita semua sama: untuk mengembalikan kegemilangan Islam dan hidup dalam keadaan Islam diterapkan secara sepenuhnya.

Ya, kita semua ikhlas. Di samping ikhlas berjuang untuk Islam, kita kena faham apa yang kita bawa untuk memastikan perjuangan kita berjaya dan diredhai Allah, mengikut apa yang digariskan oleh syarak.

Bercakap tentang kebenaran, macam mana kita tahu sesuatu perkara tu benar atau tidak? Kalau diikutkan semua orang akan kata, mereka yang betul.

Kebenaran itu hanya ada satu, takkan ada dua atau tiga atau lebih kebenaran yang berbeza yang bertentangan antara satu sama lain. Kita mengukur kebenaran dengan satu kayu ukur yang berpandu kepada al-Quran dan Sunnah, bukan berpandukan pertimbangan akal manusia.

Disebabkan perjuangan suci ini pernah dibawa oleh Rasulullah dan terbukti berjaya melindungi umat Islam selama 1400 tahun, kita wajib meneladani thariqah Rasulullah untuk mengembalikan penegakan Islam di dunia.

Kita selalu je dengar orang bagitahu kita (saya dengar sejak kecil): Islam ialah agama yang sempurna, Islam agama yang syumul. Betul. Islam mengatur bagaimana cara kita menyelesaikan rasa/naluri bertuhan dengan menyembah Allah, itu yang saya rasa. Tapi persoalannya adakah Islam ialah agama yang hanya menyediakan penyelesaian terhadap naluri menyembah (spiritual) sahaja?

Adakah Allah tak menurunkan aturan kepada Nabi Muhammad saw untuk mengatur kehidupan bernegara?

Kalau Allah tak menurunkan aturan untukmengatur segenap aspek kehidupan termasuk kehidupan bernegara, maka Islam tak syumul la kalau macam tu.

Allah telah menurunkan aturanNya kepada Nabi Muhammad saw melalui wahyu. Oleh itu, perjuangan Nabi Muhammad saw untuk menegakkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin bersumberkan kepada wahyu Allah, baginda melakukannya sebagaimana yang Allah kehendaki. Baginda saw tidak mengikut tafsiran akalnya sendiri dalam membawa dakwah Islam.

Fokus kita dalam kebangkitan Islam, tidak boleh hanya bertumpu kepada sesetengah bahagian tertentu, contohnya: membela wanita dan kanak-kanak dari penindasan, kebangkitan ekonomi Islam, mengembalikan dasar pendidikan berteraskan Al-Quran dan Sunnah dan macam-macam lagi la namanya perjuangan pada sesetengah bahagian tertentu.

Fokus baginda saw dan sahabat adalah bagaimana untuk mengamalkan agama Islam secara menyeluruh, dari kehidupan individu kepada kehidupan bernegara. Itu yang dipanggil 'the vital issue of Muslims'.

Perjuangan harakah Islam hari ini memerlukan fokus kepada dua hal:

  1. membebaskan umat Islam dari penjara sistem taghut (sekularisme, demokrasi, autokrasi dan berbagai jenis krasi yang ada di dunia- yang telah memecahkan umat Islam dan tidak berdaya menghadapi hegemoni Barat) [hegemoni: dominance/leadership of one social group over others]
  2. mengembalikan umat Islam ke dalam satu institusi politik pemersatu umat Islam iaitu negara Khilafah Islamiyyah.
Perjuangan mengembalikan Islam ke dunia ini memanglah akan dihalang oleh kuffar. Mereka berjaya menumbangkan institusi Khilafah pada tahun 1924, setelah usaha beratus-ratus tahun untuk memadamkan cahay nur Allah. Tetapi Rasulullah mengkhabarkan kepada kita bahawa: "... kemudian akan kembali Khilafah di atas jalan kenabian..." [HR Ahmad]. Kita takkan tak yakin kepada Rasulullah? Bicara baginda bukan retorika.

Dalam rangka menggagalkan harakah-harakah Islam mencapai matlamatnya yang suci (iaitu Khilafah 'ala minhaj nubuwwah) kuffar Barat pun menjinakkan harakah-harakah Islam, supaya tunduk kepada kehendaknya.

Jenis utama harakah Islam:
  1. harakah pragmatis: yang tunduk kepada realiti dan menundukkan Islam kepada realiti. (contohnya: menundukkan Islam dengan sistem demokrasi, tidak memperjuangkan Islam yang sebenar kerana takut dilabel sebagai ekstremis dan terrorist oleh Barat)
  2. harakah ideologis: memahami cara untuk menyelesaikan masalah umat Islam dengan cara taghyir, bukan islah.
Taghyir: rombakan secara total.
Islah: mengislamkan sistem taghut/sekular yang sedia ada ( ni yang rasa macam cuba nak menyucikan daging babi dan arak)

to be continued. may Allah bless all readers.

Thursday, July 4, 2013

Morsi Oh Morsi, Mesir Puuunnn...

Assalamualaikum.

Hai. Dah lama tak menaip. Bila dah menaip balik panas pulak.

Hari ini, dan semalam dan semalam dan semalam kecoh je Facebook, tv dan media lain bercakap tentang Tamarrud dan Tajarrud dan apa-apa sajalah nama dan pengenalan bagi acara terbesar tahun ini di Mesir: penggulingan Morsi.

Lalu pak cik mak cik di kampung di Malaysia ini, bila mendengarkan saja berita tentang kejadian guling-guling ini, bersuara dengan persepsi mereka...

"Apa benda la, naik sorang dia tarik kain suruh turun balik... lepas ni nak suruh siapa pulak naik? Tak bersyukur betul la..."

"Apa ke benda punya jenis pemikiran pulak orang Mesir ni..."

Rata-rata pelajar berbangsa Melayu di Mesir (kebanyakannya) merupakan penyokong/peminat Morsi. Dan tak dinafikan ada juga kesikitannya yang tak menyokong Morsi.

Maka naiklah pelbagai assumptions/speculations dalam status-status masing-masing. Disebabkan banyak yang menyokong, so status mereka banyak yang pro-Morsi.

Ada yang marah media sebab bantai Morsi dan dalam masa yang sama mempertahankan si Basyar laknatullah tu. Ada yang kesian, ada yang sedih... macam-macam lagi yang saya tak larat nak taip dah.

Saya terbaca, ada status seorang akhi yang popular ni... kalau sebut nama gerenti kenal pulak. Dia kata macam ini... (saya kerat ayat dia, tapi yang minat dia mesti tahu jugak)
Presiden yang HAFIZ quran, mana nak cari kat Malaysia?
Geleng kepala. Sakit kepala. Terasa sempit urat-urat koronari saya ni. Maafkan saya wahai si jantung, mesti awak pancit je selalu nak supply darah kat satu badan saya ni.

Okey. Presiden yang hafaz Quran. Tapi kalau hafaz Quran tak laksanakan hukum-hakam Allah yang terkandung dalam Quran tu macam mana? Nampak tak beza dia?

Fine... memang tak mudah nak ubah negara yang telah dikucar-kacirkan oleh Mubarak... tapi situasi yang berlaku setelah Mubarak jatuh dan naik Morsi tak menggambarkan pembaikan..? Kenapa melibatkan Mesir (yang pemimpinnya sangat Islam tu) dengan riba? Menyeksa rakyat dengan IMF? (Pinjaman dari Bank Dunia sebanyak juta-juta dollar untuk 'membantu' pertumbuhan ekonomi negara)

Dan banyak lagi la kenyataan masing-masing cuba membela. Tak perlu cakap, semua ada kat FB. Semua komentar itu menggambarkan peribadinya. (Bagus betul, mana diorang tahu semuanya pasal peribadi Morsi? Saya musykil sungguh ni.)

Apabila terjadi masalah seperti ini, maka carilah solution daripada Quran dan Sunnah. Nak cari solution kena tahu punca dulu. Last sekali, kita akan dapati punca kepada masalah ini ialah: DEMOKRASI.

Demokrasi bukan dicipta untuk keadilan, tetapi untuk kepentingan. Ia dijalankan di Mesir bukan untuk rakyat Mesir, tapi untuk kuasa kapitalis terbesar dunia, Amerika.

Demokrasi memperjuangkan prinsip-prinsip kebebasan, maka hari ini kita lihat pemimpin sudah mula menerima akibat kebebasan bertingkah laku dan kebebasan berpendapat.

Dan demokrasi itu sendiri bukan jalan yang lahir dari wahyu Allah. Tapi akal manusia yang mementingkan keuntungan. Tidak logik institusi Khilafah yang bertahan selama 1400 tahun berdiri teguh dengan cara yang lahir dari akal manusia. Daulah Islam yang dibina oleh Rasulullah saw tegak dan teguh hasil perjuangan Rasulullah saw yang berdasarkan wahyu, bukan akal baginda.

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan kamu berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar akan mengubah keadaan mereka, setelah mereka berada di dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembahKu dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." [An-Nuur:55]

Allah tak memungkiri janji.

Tapi demokrasi itulah yang sentiasa memungkiri janji. Demokrasi membuatkan kita mempersekutukan Allah, membuatkan manusia mengenepikan hukum-hakam Allah dan mengagungkan undang-undang yang lahir dari akal manusia.

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" [Al-Maaidah:50]